Tokoh Fiksi Membuat Iri

Hai, apa kabar kalian yang membaca tulisan ini? Semoga selalu baik-baik saja ya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, karena seperti yang kita tahu, dunia sedang tidak baik-baik saja.
Sebelumnya, saya mau memberitahu bahwasannya saya ini pecinta fiksi. Untuk kalian yang sama-sama cinta fiksi, saya rasa kalian akan lebih memahami tulisan saya kali ini.

Kalian pernah ngga sih, merasa bahwa dunia fiksi itu segalanya? Pernah ngga berpikir "Kok bisa semulus, seindah, dan sebahagia itu?" Ya sudah jelas jawabannya, karena itu hanya fiksi —tidak nyata. Pernah tidak berpikiran untuk memiliki jalan hidup seperti tokoh fiksi? Saya rasa pernah ya, karena saya pun begitu.

Banyak cerita fiksi yang sudah saya baca. Dari yang bahagia sejak awal hingga akhir, yang sedih di awal bahagia di akhir, atau bahagia di awal sedih di akhir. Sudah banyak jenis alur yang saya baca, banyak jenis fiksi yang saya baca. Dari semua yang saya baca, saya selalu membayangkan bagaimana jika saya diposisi itu? Dan tak urung saya menginginkan di posisi tersebut.

Sebagai contoh, saya ini salah satu pasukan teri, pasukan dari seorang penulis bernama kak Tsana, atau yang biasa kita kenal sebagai 'Paus'. Saya belajar banyak dari Paus, tidak hanya tentang menulis, tetapi juga tentang hidup. Saya pun menyukai semua karyanya. Karya yang pertama kali membuat saya jatuh cinta ialah, 'GEEZ&ANN'. 

Cerita tersebut mengandung alur cerita yang pelik, walaupun begitu saya merasa ingin berada di posisi Ann yang istimewa bagi Geez. Bahkan, Ann merupakan dunianya Geez, apa pun Geez lakukan untuk Ann. Kecuali melepaskan impiannya di negeri orang. Sampai akhirnya mereka benar-benar berpisah. 
Apa yang membuat saya ingin berada di posisi Ann? Karena Ann diperlakukan istimewa oleh Geez, bahkan dijadikannya dunia. Jujur, saya iri dengan Ann, sangat iri. Padahal kisah mereka cukup pelik, dan mereka hanyalah cerita dari tokoh fiksi. Tapi kenapa begitu membekas? Begitu hebatnya sang penulis mengenalkan tokoh di dalamnya.

Selanjutnya, saya pun gemar membaca AU di Twitter. Mungkin sebagian besar dari kalian sudah tahu apa itu AU. Dan saya akui, AU lebih menarik dari pada cerita bernarasi panjang. Walau terkadang, ada beberapa AU yang menggunakan narasi, tetapi itu tidak membuat saya bosan ketika membacanya. Suatu hari, saya menemukan satu AU yang membuat saya lagi-lagi iri dengan tokoh di dalamnya.

AU itu berjudul 'Raess Hanuka', mungkin ada beberapa di antara kalian yang sudah membaca cerita itu. Di dalamnya terdapat tokoh bernama Raess Hanuka yang diceritakan menjadi seorang penyanyi. Dengan Kirana sebagai lawan tokohnya di cerita tersebut. Saya tidak mau menceritakan banyak hal tentang cerita ini, saya hanya akan menceritakan mengapa saya iri dengan pemeran di dalamnya.

Di sini, saya iri dengan Kirana. Raess begitu mengistimewakan Kirana. Bahkan, Kirana menjadi alasan setiap aktifitasnya, menjadi alasan ia hidup, menjadi alasan atas langkah yang sedang dipijak, dan menjadi alasan akan keputusan yang akan ia ambil. Seistimewa itu Kirana di mata Raess. Oh, jangan lupakan betapa mencintainya Raess terhadap Kirana. Bahkan, Raess selalu memamerkan dan menceritakan segala hal tentang Kirana kepada semesta.

Sekali lagi, aku iri, aku ingin seperti Ann yang menjadi dunia Geez, dan selalu mendapatkan kejutan dari dewa kejutannya —Geez. Atau bahkan menjadi Kirana yang selalu dipamerkan kepada semesta oleh Raess, dan menjadi alasan atas segala hal di hidupnya. Semoga kelak, saya mendapatkan pria yang seperti mereka. Salah satunya saja, tak apa.

Sekian, terima kasih sudah membaca:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Demi Langkah

Menciptakan Kenyamanan Diri

19-Year Journey